简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Wall Street Menguat, Inflasi AS Melandai, Harga Emas dan Minyak Naik, Yen Jepang Dekati 160
Ikhtisar:Ikhtisar PasarSentimen risiko di pasar global kembali membaik pada perdagangan semalam setelah data inflasi Amerika Serikat dirilis sesuai dengan ekspektasi pasar. Indeks Harga Konsumen (CPI) AS bulan
Ikhtisar Pasar
Sentimen risiko di pasar global kembali membaik pada perdagangan semalam setelah data inflasi Amerika Serikat dirilis sesuai dengan ekspektasi pasar. Indeks Harga Konsumen (CPI) AS bulan Juli secara tahunan melambat menjadi 3,4%, sementara inflasi inti (Core CPI) turun menjadi 2,5%.
Didorong oleh sentimen tersebut, pasar saham AS ditutup menguat tipis dengan sektor teknologi dan semikonduktor memimpin kenaikan. Indeks S&P 500 naik 0,26% ke 7.748,50, Nasdaq menguat 0,54% ke 26.588,49, sedangkan Dow Jones terkoreksi tipis 0,04% ke 53.770,27.
Aset safe haven dan komoditas juga bergerak positif secara bersamaan. Harga emas spot naik 0,86% hingga kembali menembus US$4.408, sementara perak menguat 1,02% ke US$65,322. Di pasar energi, kekhawatiran terhadap pasokan yang tetap ketat mendorong harga minyak melanjutkan kenaikan, dengan WTI naik 1,30% ke US$83,20 per barel dan Brent menguat 1,36% ke US$88,91 per barel.
Di pasar obligasi, imbal hasil lelang obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun mencapai 4,683%, tertinggi sejak tahun 2007. Indeks Dolar AS menguat, sementara yen Jepang melemah ke 159,48, semakin mendekati level psikologis 160.
Di kawasan Asia, mayoritas bursa saham ditutup menguat. Shanghai Composite naik 0,32%, Shenzhen Component menguat 1,09%, dan ChiNext Index naik 1,49%.
Sorotan Pasar● PPI AS Juli dan Arah Inflasi Selanjutnya
Setelah data CPI dirilis sesuai ekspektasi, perhatian pasar kini beralih ke Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat bulan Juli.
PPI mencerminkan tekanan biaya di tingkat produsen. Jika kenaikannya tetap moderat, hal tersebut akan memperkuat pandangan bahwa inflasi terus bergerak menuju tren penurunan. Sebaliknya, apabila hasilnya lebih tinggi dari perkiraan, kekhawatiran terhadap inflasi yang masih persisten dapat kembali meningkat, sekaligus memengaruhi pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor panjang serta nilai tukar dolar AS.
Pada hari yang sama, data klaim awal tunjangan pengangguran juga akan dirilis dan menjadi indikator penting untuk menilai apakah pasar tenaga kerja mulai melambat atau masih menunjukkan ketahanan.
● Pernyataan Pejabat The Fed dan Prospek Pertemuan September
Presiden Federal Reserve Cleveland Beth Hammack dan Presiden Federal Reserve Richmond Thomas Barkin dijadwalkan menyampaikan pidato. Pelaku pasar akan mencermati pandangan mereka mengenai prospek inflasi serta arah kebijakan moneter ke depan.
Saat ini, ekspektasi pasar terhadap langkah kebijakan pada rapat FOMC bulan September masih terbelah, dengan probabilitas sekitar 45%. Di tengah imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun yang mencapai level tertinggi sejak 2007, setiap sinyal yang bernada hawkish maupun dovish berpotensi memicu volatilitas yang lebih besar di pasar obligasi dan pasar valuta asing.
Fokus Hari Ini
Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat bulan Juli
Data Klaim Awal Tunjangan Pengangguran Amerika Serikat
Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris Kuartal II
Laporan keuangan JD.com dan acara Investor Day SanDisk
Pidato Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack dan Presiden The Fed Richmond Thomas Barkin
Pengungkapan laporan kepemilikan institusional Form 13F Amerika Serikat
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.










