简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Dolar AS Menguat, Mata Uang Asia Tertekan
Ikhtisar:Mata uang Asia melemah pada Senin karena dolar AS menguat bersama kenaikan imbal hasil Treasury, sementara ketegangan AS-Iran dan isu Selat Hormuz menambah kehati-hatian pasar. Yen tetap menjadi perhatian setelah spekulasi repatriasi aset dana pensiun publik Jepang memberi sedikit dukungan pada mata uang tersebut.

Sebagian besar mata uang Asia melemah pada Senin, tertekan oleh penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil Treasury.
Sentimen pasar juga dibayangi kembali memanasnya ketegangan AS-Iran serta klaim Iran terkait penutupan Selat Hormuz, yang memicu kekhawatiran baru terhadap tekanan inflasi global.
Dolar AS mendapat dukungan karena pelaku pasar menilai inflasi berisiko tetap tinggi, sehingga ekspektasi pelonggaran kebijakan Federal Reserve cenderung dipangkas.
Fokus berikutnya tertuju pada data inflasi AS dan kesaksian pertama Ketua Fed Kevin Warsh di Kongres pekan ini.
Yen Jepang tetap menjadi sorotan meski dolar menguat secara luas.
Mata uang Jepang sempat mendapat dukungan setelah Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menyatakan ingin mendorong dana pensiun publik, termasuk GPIF, untuk berinvestasi lebih banyak pada aset keuangan domestik.
Komentar tersebut memicu spekulasi bahwa sebagian aset luar negeri dapat dialihkan kembali ke Jepang.
USD/JPY naik sekitar 0,2% ke 162,1, memulihkan sebagian penurunan sebelumnya, tetapi masih berada di bawah level tertinggi pekan lalu dekat 162,7.
Di pasar regional lain, tekanan juga terlihat pada mata uang Asia seiring arus keluar dari saham teknologi, sementara yuan China relatif lebih stabil menjelang rangkaian data ekonomi domestik.
Pelaku pasar kini menunggu data perdagangan China, disusul rilis PDB kuartal II, penjualan ritel, dan produksi industri.
Keputusan kebijakan Bank of Korea juga menjadi agenda penting kawasan, di tengah kondisi pasar yang masih sensitif terhadap pergerakan dolar dan perkembangan geopolitik.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
