简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Dolar AS Tertekan Tipis Saat Harga Minyak Naik
Ikhtisar:**Dolar AS bergerak hati-hati di tengah lonjakan harga minyak setelah ketegangan baru di Timur Tengah memicu kekhawatiran inflasi.** Fokus pasar juga tertuju pada risalah rapat Federal Reserve bulan Juni untuk membaca arah kebijakan suku bunga berikutnya.

Dolar AS bergerak hati-hati setelah harga minyak mentah naik akibat serangan baru terhadap tanker di Selat Hormuz.
Kenaikan harga energi memunculkan kembali kekhawatiran inflasi dan membuat pelaku pasar menimbang kemungkinan kebijakan moneter Federal Reserve tetap ketat.
Indeks Dolar AS terakhir berada di 101,09, turun 0,23% pada hari itu. Pergerakan ini menunjukkan pasar masih berhati-hati meski sentimen inflasi dari kenaikan minyak memberi dukungan bagi ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi.
Dari sisi data ekonomi, perekrutan swasta AS rata-rata bertambah 21.000 pekerjaan per pekan dalam empat pekan hingga 20 Juni, sedikit lebih rendah dari periode sebelumnya.
Defisit perdagangan AS juga melebar tajam menjadi $77,60 miliar pada Mei dari revisi $54,60 miliar pada April.
Di pasar komoditas, harga minyak naik setelah tiga tanker dilaporkan terkena proyektil saat melintasi kawasan Selat Hormuz.
Risiko gangguan pasokan membuat sektor energi mendapat dukungan, sementara sektor lain cenderung tertekan oleh kenaikan biaya energi.
Pelaku pasar kini menunggu risalah rapat Federal Reserve bulan Juni untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai arah suku bunga.
Probabilitas kenaikan suku bunga seperempat poin pada pertemuan 28-29 Juli tercatat 27,30%, sementara peluang suku bunga tetap di level saat ini sebesar 72,70%.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
