简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Saham Chip Anjlok • Harga Minyak Melonjak • Emas dan Perak Melemah • Samsung Lampaui Nvidia
Ikhtisar:Ringkasan PasarPasar global pada hari Selasa berfokus pada tiga tema utama. Pertama, saham semikonduktor mengalami tekanan jual besar-besaran. Indeks Semikonduktor Philadelphia (SOX) merosot 4,9%, sem
Ringkasan Pasar
Pasar global pada hari Selasa berfokus pada tiga tema utama. Pertama, saham semikonduktor mengalami tekanan jual besar-besaran. Indeks Semikonduktor Philadelphia (SOX) merosot 4,9%, sementara indeks saham produsen chip memori AS turun 6,8%. Saham Intel terkoreksi 10,1% dan Teradyne melemah 10,3%. Di tengah pelemahan sektor, Nvidia justru menguat 0,71%. Indeks Nasdaq ditutup turun 1,16% ke level 25.818,69, sementara S&P 500 dan Dow Jones masing-masing turun 0,45% dan 0,25%.
Kedua, meningkatnya risiko geopolitik mendorong lonjakan harga energi. Amerika Serikat mencabut pengecualian penjualan minyak Iran, sehingga harga minyak sempat melonjak hingga 6% dalam perdagangan intraday. Minyak WTI naik 2,76% menjadi USD70,44 per barel dan Brent menguat 3,01% menjadi USD74,16 per barel. Di saat yang sama, sebuah kapal LNG Qatar dilaporkan terbakar setelah terkena serangan rudal di Selat Hormuz.
Ketiga, penguatan dolar AS menekan pasar logam mulia. Harga emas spot turun 1,47% menjadi USD4.104,15 per ons, sementara perak spot melemah 3,38% menjadi USD59,96 per ons. Di sisi lain, Bank Sentral Tiongkok menambah cadangan emas sebesar 480 ribu ons pada bulan Juni, menandai pembelian selama 20 bulan berturut-turut.
Ekspektasi inflasi juga menunjukkan tren meningkat. Survei Federal Reserve Bank of New York menunjukkan ekspektasi inflasi satu tahun ke depan naik menjadi 3,7% pada Juni, level tertinggi sejak September 2023. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke 4,54%, sementara tenor 30 tahun kembali menembus level 5%.
Di kawasan Asia, Samsung Electronics membukukan lonjakan laba kuartal kedua hingga 19 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui Nvidia sebagai perusahaan dengan laba terbesar di dunia. Namun, saham Samsung justru anjlok 8%. Sementara itu, pasar saham Tiongkok terkoreksi secara luas, dengan Indeks Shanghai turun 1,26% ke 3.990,24. Saham Kuaishou merosot 12% dan menjadi penekan utama sektor teknologi.
■ Saham Semikonduktor Tertekan, Selera Risiko Melemah
Sektor semikonduktor mengalami koreksi tajam secara menyeluruh. Indeks Semikonduktor Philadelphia turun 4,9%, sedangkan indeks saham chip memori AS merosot 6,8%. Intel dan Teradyne masing-masing turun 10,1% dan 10,3%. Saham Marvell Technology, Western Digital, serta SanDisk juga terkoreksi lebih dari 7%.
Meski Nvidia masih mampu mencatat kenaikan 0,71%, tekanan di sektor teknologi tetap membebani pasar secara keseluruhan. Nasdaq ditutup turun 1,16% ke 25.818,69, sementara Nasdaq 100 sempat merosot lebih dari 2% selama sesi perdagangan. Di Asia, saham Kuaishou anjlok 12%, memicu pelemahan sektor teknologi Hong Kong secara luas.
Prospek Pasar● Risalah Rapat The Fed dan Pembaruan Outlook IMF
Federal Reserve akan merilis risalah rapat kebijakan moneter terbaru. Pelaku pasar akan mencermati pandangan para pejabat The Fed terkait inflasi dan arah suku bunga ke depan. Selain itu, Dana Moneter Internasional (IMF) juga dijadwalkan merilis pembaruan World Economic Outlook. Perubahan proyeksi pertumbuhan ekonomi dan inflasi global berpotensi menjadi acuan penting bagi kebijakan ekonomi serta valuasi aset pada paruh kedua tahun ini.
● Situasi Iran Berpotensi Mengganggu Pasokan Minyak
Pencabutan pengecualian ekspor minyak Iran oleh Amerika Serikat, ditambah insiden serangan terhadap kapal di Selat Hormuz, telah meningkatkan risiko geopolitik pada sisi pasokan energi global. Sebagai jalur distribusi energi paling strategis di dunia, setiap eskalasi ketegangan di Selat Hormuz berpotensi mendorong premi risiko geopolitik pada harga minyak serta meningkatkan tekanan inflasi global. Oleh karena itu, perkembangan diplomatik selanjutnya perlu terus dipantau secara ketat.
Fokus Utama Hari Ini
• Rilis risalah rapat kebijakan moneter Federal Reserve (FOMC Minutes)
• IMF merilis pembaruan laporan World Economic Outlook
• Pengumuman data persediaan minyak mentah mingguan EIA Amerika Serikat
• Pembukaan Konferensi Internet Tiongkok 2026
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
