简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Pemulihan Lalu Lintas Selat Hormuz Berjalan Lambat, Risiko Geopolitik Tetap Tinggi
Ikhtisar:Setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman, pemulihan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih berlangsung lebih lambat dari perkiraan pasar. Data dari lembaga Inggris menunjukk
Setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman, pemulihan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih berlangsung lebih lambat dari perkiraan pasar. Data dari lembaga Inggris menunjukkan bahwa dalam tiga hari terakhir, Amerika Serikat hanya mengawal sekitar 70 kapal melintasi selat tersebut, jauh di bawah tingkat sebelum konflik. Meskipun premi asuransi terkait risiko perang telah turun dari kisaran 5%-10% menjadi sekitar 2%, angka tersebut masih jauh lebih tinggi dibandingkan level normal sekitar 0,1%.
Iran juga beberapa kali menyatakan akan menerapkan persyaratan baru dalam pengelolaan lalu lintas Selat Hormuz dan berpotensi mengenakan biaya tambahan. Langkah ini bertentangan dengan pandangan umum industri pelayaran internasional yang menganggap jalur tersebut sebagai rute internasional yang seharusnya bebas dari pembatasan tambahan. Ketidakpastian mengenai aturan pelayaran ke depan masih menjadi fokus utama pasar.
Di sisi lain, Israel mengumumkan akan mempertahankan kehadiran militernya tanpa batas waktu di Lebanon, Jalur Gaza, dan Suriah. Meskipun kerangka gencatan senjata telah dicapai, operasi militer dan serangan udara masih berlanjut di beberapa wilayah. Situasi ini kembali meningkatkan perhatian pasar terhadap perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
Mengenai konflik Rusia-Ukraina, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa penyelesaian konflik dapat terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan. Ia menilai Presiden Rusia Vladimir Putin memiliki keinginan kuat untuk mengakhiri perang, sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga berharap konflik segera berakhir. Pernyataan tersebut meningkatkan harapan akan meredanya risiko geopolitik dalam jangka pendek.
Dari sisi ekonomi, indeks ISM Services PMI Amerika Serikat pada bulan Juni turun dari 54,5 menjadi 54,0, namun tetap berada di zona ekspansi selama 24 bulan berturut-turut. Indeks ketenagakerjaan kembali meningkat dan memasuki wilayah ekspansi, sementara indeks harga yang dibayar turun ke level terendah dalam empat bulan terakhir. Data ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi melambat, tetapi fundamental permintaan masih cukup kuat.
Di Federal Reserve, muncul perbedaan pandangan mengenai penggunaan forward guidance. Sebagian pejabat menilai kebijakan moneter harus lebih bergantung pada data ekonomi terkini, sementara sebagian lainnya masih menganggap forward guidance sebagai alat komunikasi yang penting selama digunakan secara fleksibel. Dengan pasar tenaga kerja yang mulai stabil, perhatian The Fed saat ini semakin beralih ke perkembangan inflasi.
Secara keseluruhan, lambatnya normalisasi pelayaran di Selat Hormuz dan berlanjutnya ketegangan di Timur Tengah menunjukkan bahwa risiko geopolitik masih belum sepenuhnya mereda. Dalam jangka pendek, pergerakan harga energi dan perkembangan geopolitik diperkirakan tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar global.
Peringatan Risiko: Pandangan, analisis, penelitian, harga, maupun informasi lainnya di atas hanya bertujuan sebagai komentar pasar secara umum dan tidak mencerminkan posisi resmi platform ini. Setiap investor bertanggung jawab atas keputusan investasinya sendiri dan perlu mempertimbangkan risiko sebelum melakukan transaksi.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
