简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Dolar AS Melemah Seiring Meningkatnya Harapan Damai AS-Iran
Ikhtisar:Dolar AS terpantau melemah seiring dengan meningkatnya ekspektasi atas tercapainya kesepakatan negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran. Penurunan ketegangan geopolitik ini turut membuat harga minyak global turun dan meredakan kekhawatiran atas berlanjutnya tekanan inflasi.

Nilai tukar Dolar AS mengalami penurunan menyusul membesarnya peluang penyelesaian konflik antara Amerika Serikat dan Iran melalui jalur negosiasi.
Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja mata uang tersebut terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, mencatatkan pelemahan tipis ke level 99,14.
Sentimen pasar didorong oleh pernyataan optimis dari pemerintah AS bahwa kesepakatan damai kemungkinan akan segera tercapai seiring dengan konflik yang telah memasuki fase akhir.
Upaya diplomatik yang semakin intensif, termasuk peran aktif negara mediator, turut memicu penurunan tajam pada harga minyak mentah global.
Menurunnya harga komoditas energi ini memberikan sedikit kelegaan bagi pasar yang sebelumnya mengkhawatirkan pembengkakan inflasi. Terdorong sentimen tersebut, terpantau mata uang Dolar AS melemah saat ditransaksikan berhadapan dengan Euro maupun Poundsterling.
Dari sisi kebijakan moneter, risalah rapat Federal Reserve bulan April menunjukkan bahwa mayoritas pejabat mengantisipasi perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut apabila eskalasi konflik terus berlanjut dan memicu lonjakan harga barang.
Namun mengingat arah negosiasi damai yang berangsur positif saat ini, ekspektasi pasar untuk pemangkasan suku bunga di pertemuan pertengahan Juni mendatang dinilai sangat kecil, dengan probabilitas hanya berada di kisaran 3,20 persen.
Di saat yang sama, para pelaku pasar valuta asing juga mulai mengalihkan fokus pada transisi kepemimpinan yang ada di pucuk pimpinan Federal Reserve.
Pelantikan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed yang baru, menggantikan Jerome Powell, akan menjadi fokus baru. Keputusan dan langkah awal pimpinan baru tersebut akan diawasi secara saksama oleh pelaku pasar untuk menakar arah kebijakan suku bunga utama AS ke depannya.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.

